Optimisme Industri Asuransi dan Faktor OJK

Tag

, , , , , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 17 Desember 2012

Pelaku industri asuransi nasional optimis menyongsong tahun 2013. Optimisme makin kuat dengan hadirnya OJK yang diharapkan membawa perubahan dalam regulasi dan pengawasan industri.

Optimis. Satu kata ini yang terekam di benak pelaku industri asuransi di tanah air menyongsong tahun 2013. Rencana kerja dan anggaran perusahaan 2013 umumnya sudah diselesaikan perusahaan asuransi dengan proyeksi kenaikan pendapatan. Baca lebih lanjut

Asuransi Banjir: Mencari Model Aplikatif untuk Indonesia

Tag

, , , , , ,

IMG00106-20130128-0949Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 28 Januari 2013.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mengestimati klaim asuransi akibat banjir sekitar Rp3 triliun. Lebih besar dari klaim banjir tahun 2007 (Rp2,063 triliun) dan 2012 (Rp1,52 triliun).

Klaim paling banyak dari asuransi harta benda dan asuransi kendaraan. Klaim untuk jenis asuransi lain, termasuk asuransi jiwa, tidak besar. Baca lebih lanjut

Meraba Industri Asuransi Dunia di 2013

Tag

, , , , , ,

Dimuat di Koran KONTAN, 31 Desember 2012.

Industri asuransi dunia diprediksi belum masuk fase ‘hard market’ tahun depan. Fase ini ditandai dengan kenaikan premi reasuransi yang tinggi dan kapasitas pertanggungan yang lebih kecil. Namun demikian, kemungkinan besar tetap ada kenaikan premi reasuransi dunia. Khususnya di lini asuransi properti.

Fase ‘hard market’ ini terbentuk akibat industri (re)asuransi dunia terkena klaim sangat besar. Laba yang tergerus membutuhkan pemulihan dengan cara menaikkan premi. Di sisi lain, seleksi risiko (underwriting) dilakukan lebih ketat. Baca lebih lanjut

Optimisme Industri Asuransi dan Faktor OJK

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 17 Desember 2012

Pelaku industri asuransi nasional optimis menyongsong tahun 2013. Optimisme makin kuat dengan hadirnya OJK yang diharapkan membawa perubahan dalam regulasi dan pengawasan industri.

Optimis. Satu kata ini yang terekam di benak pelaku industri asuransi di tanah air menyongsong tahun 2013. Rencana kerja dan anggaran perusahaan 2013 umumnya sudah diselesaikan perusahaan asuransi dengan proyeksi kenaikan pendapatan. Baca lebih lanjut

Ginseng Versus Samurai, Pertarungan Manajemen

Tag

, , , , , , , , , , , ,

(Naskah asli artikel yang dimuat di koran Investor Daily, 30 November 2012).

Pada dekade 90-an atau sebelumnya, tentu kita masih ingat merek-merek peralatan elektronik yang ada di sekitar kita. Mulai dari televisi, radio, tape recorder atau vcd player, kulkas, AC dan lainnya, hampir semuanya merek dari Jepang.

Kini, masihkah peralatan elektronik dari Jepang mendominasi? Tidak. Dari manakah peralatan elektronik yang kini bertebaran di sekitar kita? Ya betul, dari Korea Selatan.

Laris manisnya elektronik dari Korea inilah yang membuat peralatan elektronik asal Jepang rontok. PHK ribuan karyawan dan derita kerugian, menjadi berita yang akrab menempel pada pabrikan elektronik asal Jepang. Baca lebih lanjut

Menuntun Bisnis Beretika

Tag

, , , , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 25 November 2012

Judul buku      : Islamic Business and Economic Ethics: Mengacu pada Al-Qur’an dan Mengikuti Jejak Rasulullah SAW dalam Bisnis, Keuangan, dan Ekonomi

Penulis              : Veithzal Rivai, Amiur Nuruddin dan Faisar Ananda Arfa
Penerbit           : PT. Bumi Aksara
Cetakan           : Pertama, Oktober 2012
Tebal                : xxi + 555 halaman
Harga              : Rp 105.000

Bisnis tanpa etika sudah menuai kritik tajam. Paradigma mencari untung sebesar-besarnya dengan menghalalkan segala cara adalah praktek bisnis tak beretika. Yang paling mengerikan adalah bisnis yang mengancam kehidupan manusia. Baca lebih lanjut

Industri Asuransi Dibayangi Kenaikan Premi

Tag

, , , , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 7 November 2012

Industri asuransi dan reasuransi global mulai menghitung klaim akibat Badai Sandy di Amerika Serikat (AS) dan sekitarnya. Berdasarkan perhitungan catastrophe risk model, estimasi kerugiannya fantastis. AIR Worldwide memperkirakan kerugian asuransi berkisar US$7-15 miliar. Sedangkan estimasi EQECAT lebih besar lagi. Nilai klaim diestimasi sebesar US$10-20 miliar. Baca lebih lanjut

Membuat Asuransi Merakyat

Tag

, , , , , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, 18 Oktober 2012

Insurance day 2012 yang dirayakan tanggal 18 Oktober bertema “asuransi untuk semua”. Perlu upaya ekstra dari pelaku asuransi untuk mewujudkannya.

Perkembangan industri asuransi Indonesia masih menggembirakan. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan industri asuransi di negara-negara berkembang, apalagi asuransi dunia. Juga dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Baca lebih lanjut

Butuh Askselerasi Perkembangan Industri Asuransi Syariah

Tag

, , , , , , ,

Dimuat di majalah SINDO WEEKLY edisi 19 September 2012.

Industri asuransi syariah (takaful) di Indonesia moncer. Tahun 2006, kontribusi (premi) asuransi syariah hanya 1,05 persen dari total premi asuransi nasional. Namun pada tahun 2011, kontribusinya naik menjadi 3,80 persen (Lihat tabel).

Rerata pertumbuhan kontribusi asuransi syariah di Indonesia tahun 2007-2011 sebesar 67,33 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi asuransi konvensional sebesar 15,93 persen. Baca lebih lanjut

Kaleidoskop Industri Asuransi

Tag

, , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, edisi Minggu, 26 Agustus 2012
Judul buku      : Politik Asuransi Indonesia: Liku-liku kebijakan industri asuransi nasional.
Penulis             : Irvan Rahardjo
Editor              : Djony Edward
Penerbit           : Gagas Bisnis Indonesia
Cetakan           : I, Juni 2012
Tebal               : x + 276 hal

 

Mengkritisi Arah Kebijakan Asuransi Nasional

(Judul & naskah asli)

Bila ingin tahu isu-isu penting, problematika dan usulan solusi di industri asuransi nasional, buku ini memberi jawabnya. Kritis dan tawaran konkret adalah ciri dari setiap topik tulisan.

Membaca bagian awal buku, pembaca akan disodori isu-isu paling gres di industri asuransi nasional. Seperti kita tahu, di tahun 2011 dan 2012, ada dua momentum sangat penting yakni terkait Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyelenggara Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Baca lebih lanjut