Tag

, , ,

Dimuat di koran Bisnis Indonesia, edisi Minggu, 26 Agustus 2012
Judul buku      : Politik Asuransi Indonesia: Liku-liku kebijakan industri asuransi nasional.
Penulis             : Irvan Rahardjo
Editor              : Djony Edward
Penerbit           : Gagas Bisnis Indonesia
Cetakan           : I, Juni 2012
Tebal               : x + 276 hal

 

Mengkritisi Arah Kebijakan Asuransi Nasional

(Judul & naskah asli)

Bila ingin tahu isu-isu penting, problematika dan usulan solusi di industri asuransi nasional, buku ini memberi jawabnya. Kritis dan tawaran konkret adalah ciri dari setiap topik tulisan.

Membaca bagian awal buku, pembaca akan disodori isu-isu paling gres di industri asuransi nasional. Seperti kita tahu, di tahun 2011 dan 2012, ada dua momentum sangat penting yakni terkait Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyelenggara Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Irvan Rahardjo sangat blak-blakan mengkritisi OJK dalam tiga tulisannya di Bab I. Bentuk usaha bersama (mutual) dan syariah dalam industri asuransi syariah yang dianaktirikan, menjadi perhatian Irvan.

Sama dengan kerisauan yang disuarakan industri perbankan, Irvan juga mempertanyakan keterwakilan industri di dalam OJK. Seperti diketahui, komisioner OJK banyak diisi oleh unsur birokrat. Ironisnya, ternyata keprihatinan ini tak tersuarakan secara memadai oleh pelaku industri asuransi sendiri.

Membahas tentang BPJS, tiga tulisan di buku ini mengulas masa-masa kritis pembentukan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan, beroperasi 1 Januari 2014, yang merupakan transformasi dari PT. Askes (Persero) memerlukan peta jalan transformasi dan pengawalan dari seluruh pemangku kepentingan.

Asuransi sebagai media transfer of risks menjadi sangat berperan di tengah krisis ekonomi yang melanda Eropa dan AS. Secara khusus buku ini mengulas tentang pentingnya asuransi ekspor untuk para eksportir dan perbankan yang membiayai kepada eksportir.

Tak hanya membahas arah politik asuransi nasional, buku ini juga menyajikan beberapa tulisan terkait problematika asuransi terkini, masalah-masalah dasar perusahaan asuransi dan etika bisnis asuransi. Juga mengulas tantangan globalisasi dan secara lebih spesifik membahas tinjauan singkat beberapa jenis asuransi.

Kaleidoskop isu asuransi

Harus diakui bahwa buku ini menjadi ‘penawar dahaga’ atas terbatasnya artikel/opini tentang asuransi nasional. Tak sulit untuk mendapatkan artikel/opini tentang industri perbankan nasional. Banyak pengamat/praktisi perbankan yang menuangkan pemikirannya di media massa.

Pemikiran tentang industri asuransi nasional tak terpublikasikan secara proporsional di media massa. Padahal penuangan gagasan tentang asuransi di media massa, tak hanya akan membuka ruang perbaikan di industri asuransi, tetapi juga melibatkan masyarakat ke dalam diskursus yang sekaligus sebagai media promosi asuransi agar dikenal dekat oleh masyarakat.

Irvan adalah satu dari sekira lima pengamat/praktisi asuransi yang konsisten menuangkan ide-idenya di media massa. Buku ini semacam kaleidoskop dan pembahasan kritis isu-isu asuransi sejak tahun 1999 dan tersajikan secara apik dalam artikel di media massa.

Sebagai praktisi asuransi, Irvan paham tentang liku-liku kebijakan industri asuransi nasional. Analisisnya tajam dan tepat. Berbeda dengan analisis oleh pengamat asuransi non praktisi yang terkadang kurang tajam atau sangat umum (common sense).

Sebagai kumpulan artikel, buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Buku ini mampu merangkum isu-isu asuransi selama 13 tahun. Bagi yang tidak mengikuti perkembangan industri asuransi nasional, buku ini akan sangat membantu. Namun buku ini tak komprehensif di dalam membahas suatu topik (kecuali bila dituangkan dalam beberapa artikel).

Hal ringan namun penting, tidak ditemui di buku ini. Tidak ada pencantuman kapan artikel-artikel tersebut dimuat media massa. Pembaca mungkin akan bertanya-tanya tentang topik risk based capital, kenaikan premi, tinjauan klausul huru-hara, hingga pencabutan izin enam usaha asuransi.

Bahasan topik tersebut kurang menarik saat ini. Tapi topik-topik tersebut sangat aktual dan menjadi isu utama asuransi pada tahun-tahun lalu. Inilah pentingnya pencantuman pemuatan artikel agar pembaca dapat mengikuti perkembangan industri asuransi.

Meskipun kumpulan artikel beberapa tahun, namun buku ini dicoba dikontekstualisasikan. Data-data dan informasi terbaru (meskipun belum menyeluruh) yang disajikan, menjadikan buku ini tidak tergilas perkembangan industri.

Pemilihan judul “Politik Asuransi Indonesia: Liku-liku kebijakan industri asuransi nasional” tak semata untuk menyedot perhatian. Industri asuransi memang diawasi ketat oleh regulator.

Bila membaca secara seksama, buku ini menyatakan bahwa perkembangan industri asuransi nasional sangat ditentukan oleh kebijakan, baik dari pemerintah/regulator maupun dari asosiasi industri. Untuk itu, kebijakan harus dikritisi.

*****